Yeni Adien dot com }
"Akhir Mojopahit" merujuk pada kemunduran dan keruntuhan Kerajaan Majapahit, sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang kuat di Jawa. Penyebab pasti dari keruntuhan kerajaan ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi sejarawan telah mengidentifikasi beberapa faktor yang berkontribusi pada kemundurannya.
Salah satu faktor utama adalah melemahnya pemerintah pusat dan fragmentasi wilayah Raja-diraja telah menjadi negara-negara kecil. Hal ini disebabkan oleh persaingan kekuasaan internal, sengketa suksesi, dan munculnya kekuatan regional.
Faktor lain adalah kedatangan kekuasaan kolonial Eropa di wilayah ini, yang mengganggu jaringan perdagangan dan membawa penyakit baru yang melemahkan populasi. Portugis adalah yang pertama tiba pada awal abad ke-16, diikuti oleh Belanda, yang secara bertahap mengambil kontrol atas wilayah tersebut dan mendirikan Hindia Belanda pada abad ke-19.
Akhirnya, ada juga ancaman eksternal dari kerajaan tetangga, seperti Kesultanan Islam Demak, yang menantang otoritas para penguasa Majapahit dan akhirnya menggulingkan mereka.
Runtuhnya Kerajaan Majapahit menandai akhir dari sebuah era dalam sejarah Indonesia dan membuka jalan bagi munculnya kerajaan dan negara-negara baru di kepulauan tersebut. Meskipun mengalami kemunduran, warisan Majapahit terus dirayakan di Indonesia sebagai simbol kebanggaan nasional dan identitas budaya.
![]() |
| Yeni - Watu etung dino |
Baru-baru ini, Peneti telah menemukan benda arkeologi baru yang menakjubkan di desa Sengguruh, yaitu sebuah batu peninggalan yang berasal dari zaman Majapahit. Batu ini memiliki nilai sejarah yang sangat besar dan menjadi bukti konkret dari kejayaan Sengguruh pada masa lampau.
Penelusuran ini dimulai dari adanya cerita rakyat tentang legenda sejarah Adipati Sengguruh yang beredar di daerah Sengguruh, bahwa di sekitar desa tersebut terdapat peninggalan-peninggalan sejarah yang masih tersimpan. Dengan didukung oleh bukti-bukti tertulis dalam catatan sejarah, peneliti memulai ekskavasi di daerah tersebut.
Benda batu yang berlubang memiliki ciri dan keterangan :
- Ukuran panjang 70 cm x lebar 37 cm x 37 cm
- Lubang batu berjumlah 3 dengan posisi berjajar / memanjang,
- Diameter lubang berjajar dengan posisi diatas berdiameter 12 cm
- Berupa batu audesit dalam keadaan utuh
- Ukiran ada di sisi depan dan samping
- Bentuk ukiran lengkung seperti bunga tanaman kol, menjulur
- Penemuan di desa Sengguruh, Kec. Kepanjen, Kab. Malang
Setelah dilakukan analisis lebih lanjut, ternyata batu tersebut memiliki ukiran-ukiran kuno yang mengungkapkan bahwa batu tersebut merupakan bagian sisi penting dalam penghitungan hari, neptu, musim dalam menentukan hari baik pada suatu kegiatan/acara, misalnya memulai bercocok tanam, memulai membangun, mengadakan hajat perkawinan, dan lain-lain. Batu berukir istimewa itu sendiri biasanya dimiliki oleh seorang tokoh penting dalam struktur pemerintahan atau sesepuh spiritual pada masa pemerintahan raja-raja Majapahit.
![]() |
| Yeni -Lumpang sengguruh ke 3 |
Pada hari Jumat, tanggal 10 Maret 2023, ketika akan pulang, penulis dalam penyisiran juga menemukan lumpang batu yang berlubang dengan memiliki ciri dan keterangan:
- Ukuran diameter 20
- Lubang batu berjumlah 2 dengan posisi berjajar samping
- Diameter lubang besar berdiameter 15 cm, kedalaman 17 cm
- Berupa batu audesit dalam keadaan utuh
- Penemuan di desa Sengguruh, Kec. Kepanjen, Kab. Malang
Penemuan ini tentu saja menjadi sebuah kejutan yang luar biasa bagi dunia arkeologi. Selain menjadi bukti konkret dari keberadaan kerajaan Mojopahit di masa lalu, penemuan ini juga memberikan wawasan baru bagi para sejarawan dan peneliti tentang bagaimana kehidupan dan kebudayaan masyarakat pada zaman dahulu.
Selanjutnya, batu peninggalan Mojopahit ini akan dipelajari lebih lanjut oleh para ahli arkeologi dan sejarawan. Mereka akan melakukan penelitian lebih mendalam untuk mengungkapkan segala misteri yang terkandung di dalam batu tersebut. Penemuan ini juga diharapkan dapat membuka pintu bagi penemuan-penemuan lain yang tak kalah berharga di masa depan.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar