Notification

×

Iklan orang cerdas

Iklan 1048 300 orang cerdas

Mensos Risma Dorong Warga Miskin Gabung di Program PENA

Rabu, 01 November 2023 | November 01, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-11-01T10:30:32Z
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat ada di Klinik PENA Pakisaji Malang, Selasa (31/10/2023)
    
Yeni Adien dot com }   KBRN, Malang : Untuk mengentas kemiskinan ekstrem, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendorong 250 warga miskin di Kabupaten Malang, bergabung di Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). 

"Bahwa perkara kemiskinan ekstrem ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian Sosial RI," ungkap Mensos Risma di Klinik PENA, Pakisaji Kabupaten Malang, Selasa (31/10/2023).

Ia menjelaskan Program PENA adalah kegiatan pemberdayaan melalui pendekatan kewirausahaan yang inovatif dan berkelanjutan. Tujuannya, menciptakan kemandirian masyarakat, sehingga keluar dari zona penerima bantuan sosial. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, tingkat kemiskinan pada 2022 masih tinggi, yaitu masih di angka 9,55 dari jumlah penduduk sekitar 2,64 juta. Sehingga, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Malang pada 2022 mencapai 252.880 jiwa.

Ia menyebut, ada sebanyak 443 masyarakat miskin Malang Raya didorong untuk mentas dalam status kemiskinan ekstrem melalui program PENA. 250 diantaranya merupakan warga Kabupaten Malang.

Dari jumlah keseluruhan itu, 135 diantaranya mampu tergraduasi. Artinya, setelah dilakukan pendampingan, mereka berhasil mentas dari kemiskinan ekstrem sehingga tidak lagi menerima bantuan sosial. 

"Mereka minta keluar dari bansos, sebanyak 135 yang sudah tergraduasi. Dan itu hampir semua tidak memiliki izin usaha, hanya beberapa saja," ucap Risma.

Kendati demikian, usai dilakukan graduasi, 135 KPM masih akan terus dilakukan pendampingan untuk kepengurusan izin usaha dan pengembangan usaha yang dimiliki masing masing. 

“Karena kebanyakan usaha mereka di bidang makanan, ke depan, kami juga akan membantu proses perizinan untuk di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," tukasnya. 

Tujuannya, kata Risma, untuk meningkatkan kwalitas produk usaha PKM. Harapannya ke depan produk PKM bisa terus berkembang hingga ekspor ke negara tetangga dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan.

" Sehingga tak hanya di Malang, namun bisa masuk ekspor dunia," kata Risma mengakhiri. 


Sumber :   RRI.co.id


Komentar Akun Facebook :

Komentar Akun Google :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Histat

Klik Iklan dibawah Tanah

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update