Yeni Adien dot com } Bertempat di Gereja GKJW Desa Suwaru Kec. Pagelaran Kab. Malang, Minggu (5/11/2023), diadakan kegiatan Riyoyo Unduh-unduh, Acara ini menurut pendeta Ayub Santoso S.Si, ini adalah wujud rasa syukur dan persembahan kepada tuhan atas nikmat hasil panen yang telah dilimpahkanNya kepada umat.
Dalam acara yang dimulai sekitar pukul 10.00 dilaksanakan setelah acara ibadah minggu di Gereja ini. Perayaan Unduh-unduh diawali dengan pengumpulan hasil bumi dari para jemaat GKJW Suwaru. Ada yang berupa padi, sayuran, buah-buahan, makanan siap saji, hewan ternak bahkan burung kicau. Hasil bumi itu kemudian dilelang kembali kepada jamaat. Lalu, hasilnya dipergunakan untuk kepentingan gereja ataupun untuk kepentingan sosial lainnya.
Yeni Adien Timorini, S.H. yang menghadiri acara tersebut mengapresiasi semangat gotong royong dari prosesi itu.
"Kegiatan ini merupakan bentuk dari tolong menolong satu sama lain. Unduh-unduh datangnya dari masyarakat, diajarkan oleh leluhur dan berdampak kembali kepada masyarakat. Ini sungguh luar biasa bermanfaat," tutur Yeni.
"geliat gotong royong yang ada di masyarakat. Lebih penting lagi kegiatan Unduh-unduh tidak mengenal agama, ini adalah modal sosial yang sangat baik," terangnya.
Yeni berharap kegiatan tersebut dapat terus dilestarikan. Sebagai bentuk apresiasi, Yeni juga turut lelang hasil bumi tersebut.
"Ini sesuatu yang harus kita jaga agar terus dapat berdampingan dengan damai dan terus berada di jalan Tuhan," jelasnya.
Pendeta GKJW Jemaat Suwaru Ayub menyebutkan jika perayaan Unduh-unduh itu merupakan kreasi dari jemaatnya yang telah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Dikarenakan jemaahnya kebanyakan petani, maka yang bisa dipersembahkan untuk gereja pun adalah hasil pertanian.
![]() |
| Bersama Nupikso Tokoh masyarakat Suwaru |
"Unduh-Unduh ini merupakan persembahan dari jemaat kami yang sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu, berdasarkan kemampuan dan pekerjaan masing-masing. Unduh dalam bahasa jawa artinya panen atau memetik, ini sebagai bukti rasa syukur kami kepada Tuhan," tutur Pendeta Ayub. (H2o)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar