Notification

×

Iklan orang cerdas

Iklan 1048 300 orang cerdas

Ibu Kota Kabupaten Malang

Selasa, 07 November 2023 | November 07, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-11-07T02:00:00Z

    
Yeni Adien dot com }   Sebuah cerita sejarah yang berasal dari blogger Agung Cahyo Wibowo
 bercerita tentang kota kepanjen

Sejarah Kepemerintahan Kepanjen
Penulis : Agung Cahyo Wibowo

Pada masa Kerajaan Majapahit mulai redup, munculnya kerajaan Sengguruh di Malang Selatan. Kerajaan Sengguruh dikenal saat dalam kekuasaan Kesultanan Demak menguasai wilayah Jawa Timur. Tidak begitu lama kemudian, pengaruh Mataram Islam mulai menggantikan kedudukan Kerajaan Sengguruh. Selanjutnya, pengaruh pedagang VOC berhasil merambah pesisir di wilayah Pasuruan, karena pemerintahan kerajaan di Jawa semakin melemah.

Akhirnya, Kompeni Belanda berhasil menguasai daerah Kadipaten Malang yang berada di daerah pedalaman, dan menjadikannya satu dengan daerah Kadipaten Pasuruan yang berada di daerah pesisir. Hal ini menghasilkan terbentuknya Karisidenan Pasuruan dengan pusat pemerintahannya berada di kotaraja Pasuruan. Sementara itu, kepemerintahan Kadipaten Malang mulai terbentuk pada masa penjajahan Belanda.



Penulis ingin mencoba menyampaikan tentang kepemimpinan pemerintahan yang pernah ada di Kepanjen-Malang, dimulai dari masa penjajahan Belanda, Jepang, Indonesia Merdeka, pertikaian dengan Belanda dalam Clash 1 dan Clash 2, serta masa keperintahan Republik Indonesia yang terbentuk hingga saat ini.

Dengan ulasan di atas, diharapkan para pembaca dapat mengetahui tentang sejarah perjalanan Kabupaten Malang, khususnya dalam konteks kepemerintahan Kepanjen.

Mulai tahun 2011, Pusat Pemerintahan Kabupaten Malang telah dipindahkan ke Kepanjen-Malang sesuai dengan kebijakan Pengalihan pusat pemerintahan. Hal ini dilakukan sesuai dengan peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2008 yang menetapkan Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang. Sebagai konsekuensinya, seluruh layanan publik dialihkan ke Kepanjen untuk memastikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Pemindahan tersebut dilakukan dengan membangun gedung perkantoran di Jalan Panji Kepanjen. Gedung perkantoran ini memiliki delapan lantai dan menempati area seluas 4,5 hektar. Dalam rincian pembangunan, 60 persen dari luas area digunakan untuk bangunan perkantoran, sementara sisanya, 40 persen, dialokasikan sebagai ruang terbuka hijau. Total anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan ini mencapai Rp 46 miliar.

Pada Kamis, 16 Mei 2013, digelar acara seremoni pindah kantor Bupati yang baru di Pendopo. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Malang, Rendra Kresna, yang bersanding dengan jajaran Formpinda, termasuk Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PN Kepanjen, Kepala Kejaksaan Negeri Kepanjen, Sekretaris Daerah, dan Ketua Pengadilan Agama (PA) Kepanjen Kabupaten Malang. Selain itu, semua Kepala SPKP dan Camat se Kabupaten Malang juga hadir dalam acara ini. Dalam rangka tasyakuran pindahan, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati Malang, H. Rendra.

Pada hari Senin, tanggal 7 Oktober 2013, kantor Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) telah resmi beroperasi di Jalan Raya Panji Kepanjen. Dengan pemindahan kantor bupati, Bupati Malang beserta staf ahli, Sekda, asisten, dan bagian-bagian terkait telah menempati gedung kantor pusat (block office). Selain itu, seluruh kantor dinas juga telah terpusatkan di Kota Kepanjen.

Dalam konteks pemindahan kantor, badan-badan yang sebelumnya beroperasi di Kepanjen akan pindah ke Malang dan menempati Kantor Lama di alun-alun kota Malang. Sementara itu, untuk kantor-kantor badan yang kosong, akan digunakan oleh kantor dinas lainnya.

Tulisan lengkap ada di Link
Sumber :   


Komentar Akun Facebook :

Komentar Akun Google :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Histat

Klik Iklan dibawah Tanah

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update