Notification

×

Iklan orang cerdas

Iklan 1048 300 orang cerdas

Masjid Biru Sankt Peterburg, Saksi Hubungan Indonesia-Soviet

Selasa, 03 Oktober 2023 | Oktober 03, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-10-03T01:30:37Z


    
Yeni Adien dot com }   Pada 1956, Presiden RI Soekarno mengunjungi Uni Soviet untuk pertama kalinya. Ini merupakan kunjungan pertama Soekarno ke Uni Soviet sejak kedua negara resmi menjalin hubungan diplomatik pada 1950. Kunjungan Soekarno ternyata berdampak sangat besar, termasuk bagi berdirinya salah satu masjid terbesar di Rusia saat ini, Masjid Biru Sankt Peterburg.
Pada Juni 2014 lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu kota terindah di Rusia, Sankt Peterburg. Selama empat hari berwisata di kota yang indah tersebut, saya sempat mengunjungi Masjid Biru yang terkenal. Masjid indah yang berdiri kokoh di pusat kota ini ternyata memiliki kenangan manis dengan Indonesia, tepatnya Presiden Soekarno.

Dalam kunjungannya ke Uni Soviet pada 1956, presiden pertama Indonesia tersebut menyempatkan diri mampir ke kota Leningrad (nama kota Sankt Peterburg kala itu). Kota ini sangat cantik, memiliki arsitektur yang memesona, dan terletak di delta Sungai Neva. Tak heran, kota ini pernah menjadi rebutan banyak negara.

Di kota ini pula berdiri istana-istana terkenal, seperti Istana Musim Panas Petergof, Istana Musim Dingin Hermitage, serta Benteng Petropavlovskaya. Saat melintasi jembatan Troitskiy yang berdiri di atas Sungai Neva, pandangan Soekarno saat itu tertuju pada bangunan berbentuk masjid yang berada di kejauhan.

Bangunan itu memiliki kubah biru dengan gaya arsitektur Asia Tengah. Dua menara kembarnya yang menjulang tinggi berhadapan dengan beberapa gereja di sekitarnya. Saat itu, Soekarno mengalkulasi: jika bangunan itu sebuah masjid, pasti mampu menampung lebih dari tiga ribu jemaah muslim untuk beribadah. Soekarno pun mengajak rombongan mendatangi bangunan itu. “Sejumlah jadwal kunjungan Presiden Soekarno yang telah disusun ke Leningrad dibatalkan,” cerita Mufti Besar Sankt Peterburg Zhafar Ponchaev.

Setelah tiba, ternyata bangunan tersebut memang secara fisik adalah sebuah masjid, tapi telah beralih fungsi menjadi sebuah gudang.

Umat Islam Rusia melaksanakan ibadah salat Id pada Hari Raya Idul Adha di sekitar Masjid Sankt Peterburg, 1 September 2017.




Dmitri Lovetsky
Di bawah pemerintahan komunis Uni Soviet, seluruh masjid dan gereja di seluruh negeri beralih fungsi menjadi gudang dan beragam kegunaan lain. Masjid Biru, salah satunya, dijadikan gudang sejak Perang Dunia II.

Setelah kunjungannya ke masjid tersebut, Soekarno kemudian bertemu Nikita Khrushchev, sang pemimpin Soviet. Saat Khrushchev bertanya bagaimana kesan Soekarno mengenai Leningrad, sang presiden malah membahas kondisi Masjid Biru yang baru ia kunjungi.

“Soekarno meminta masjid ini dikembalikan sesuai fungsinya. Sepuluh hari setelah kunjungan Presiden Soekarno, bangunan ini kembali menjadi masjid,”kata Ponchaev.


Sumber :   https://id.rbth.com/discover_russia/2015/02/23/masjid_biru_sankt_petersburg_saksi_sejarah_manisnya_hubungan_26909


Komentar Akun Facebook :

Komentar Akun Google :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Histat

Klik Iklan dibawah Tanah

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update