Notification

×

Iklan orang cerdas

Iklan 1048 300 orang cerdas

Martha Khristina Tiahahu

Selasa, 17 Oktober 2023 | Oktober 17, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-10-19T07:34:23Z

    
Yeni Adien dot com }   Perempuan kelahiran Nusa Laut Kepulauan Maluku sekitar tahun 1800 ini ditetapkan sebagai pahlawan nasional sesuai SK Presiden Republik Indonesia No. 012/TK/Tahun 1969. Dia adalah anak sulung Kapitan Paulus Tiahahu.
 

Saat usia 17 tahun, dia sudah mengikuti ayahnya berperang melawan Belanda. Saat peristiwa masuknya Belanda ke benteng Beverdijk pada 10 November 1817, ayahnya tertangkap dan dijatuhi hukuman mati pada 17 November 1817.
 
Meski masih sangat belia, ia dikenal baik di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh sebagai gadis pemberani dan konsekuen terhadap cita-cita perjuangannya. Martha pun kerap disebut sebagai srikandi dari Tanah Maluku. 

Dengan rambut panjangnya yang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah), ia mendampingi ayahnya angkat senjata untuk mengusir penjajah di Pulau Nusa Laut maupun di Pulau Saparua. 

Pada waktu yang sama, Kapitan Pattimura sedang mengangkat senjata melawan kekuasaan Belanda di Saparua. Perlawanan di Saparua menjalar ke Nusalaut dan daerah sekitarnya.

Dalam perjuangannya, Martha Christina Tiahahu juga turut berperan dalam pertempuran melawan belanda di pulau Saparua tepatnya didesa Ouw, Ullath.

Meski masih sangat belia, ia dikenal baik di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh sebagai gadis pemberani dan konsekuen terhadap cita-cita perjuangannya. Martha pun kerap disebut sebagai srikandi dari Tanah Maluku. 

Dengan rambut panjangnya yang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah), ia mendampingi ayahnya angkat senjata untuk mengusir penjajah di Pulau Nusa Laut maupun di Pulau Saparua. 

Pada waktu yang sama, Kapitan Pattimura sedang mengangkat senjata melawan kekuasaan Belanda di Saparua. Perlawanan di Saparua menjalar ke Nusalaut dan daerah sekitarnya.

Dalam perjuangannya, Martha Christina Tiahahu juga turut berperan dalam pertempuran melawan belanda di pulau Saparua tepatnya didesa Ouw, Ullath.

Kondisinya semakin lemah sehingga membuat dia gugur pada 2 Januari 1818. Jasadnya kemudian disemayamkan di laut Pulau Nuru dan Pulau Tiga.



Sumber :   medcom.id/
Komentar Akun Facebook :

Komentar Akun Google :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Histat

Klik Iklan dibawah Tanah

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update