Yeni Adien dot com } Bangunan GKJW Suwaru bukan dibangun oleh bangsa belanda yang kala itu menduduki Negara ini, termasuk wilayah Pagelaran. Kini Gereja GKJW Suwaru berusia 201 tahun alias sudah dua abad.
Gereja ini dibangun pada tahun 1817. Ornamen gereja memang kental dengan arsiterktur peninggalan kolonial. Tampak jendela-jendela berukuran besar menghiasi tembok gereja. Daun pintu gereja juga masih sangat klasik. Dengan model dua pintu dan berlapis horizontal.
Belum lagi bangunan yang tinggi, dengan lantai jadul mengilap. Di luar gereja, tampak menara dengan salib besar di atasnya.
Gaya arsitekur gereja tampak khas pada masa kuno. Jendela-jendela berukuran besar berada di sisi kanan maupun kiri tembok gereja. Pintu gereja dibikinmodel dua pintu.
Beberapa benda peninggalan gereja dari pertama kali dibangun hingga sekarang masih tersimpan dengan baik. Salah satunya adalah kursi gereja. Kursi itu masih orisinil sejak zaman dulu.
Ada juga peninggalan tuwung atau cawan suci yang biasanya digunakan untuk persembahan. Juga ada taplak peninggalan zaman dulu. Sekarang disimpan dengan baik di lemari khusus.
Tuwung yang usianya sudah ratusan tahun itu masih terawat dengan baik. Terbuat dari tembaga yang memancarkan kilau, seolah menggambarkan sisa masa kejayaannya.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar