Yeni Adien dot com } I Dewa Ayu Ketut Candrayani, S.Pd.H Penyuluh Agama Hindu Non PNS Kecamatan Klungkung membawakan siraman rohani pada hari Selasa,13 Maret 2018 bertempat di Studio Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung. Tema yang di sampaikan yakni “ Empat Jenis Bhakta Dalam Ajaran Agama Hindu “ dimana dalam Bhagavadgita VII.16 ada disebutkan Catur Wida Bhajanta yang artinya empat jenis bhakta sebagai penyembah Tuhan. Empat jenis bhakta itu yakni :
- Artah, yaitu bhakta yang memuja Tuhan karena ditimpa kesusahan atau sakit.Tuhan dipuji dan diingatnya saat menderita atau sengsara oleh suatu penyakit. Bhakta dalam tingkat yang demikian pun diakui pula sebagai bhakta. Tingkat bhakta seperti ini tentunya masih berada di bawah kualitas rohaninya.
- Artha Rthi, yaitu bhakta yang menyembah Tuhan dengan tujuan mendapatkan keuntungan material. Begitu kekayaan material tercapai, Tuhan tidak begitu lagi diingatnya dan dipujinya. Bagi bhakta yang seperti ini juga diakui sebagai penganut Weda ( Hindu ), karena begitulah kemampunnya. Seperti para pedagang, menghaturkan sesaji saat memulai berdagang, meski disaat mendapat keuntungan, Tuhan sempat dilupakan. Tingkatan beragama itupun dimasukkan pula sebagai penganut Hindu. Mereka berlaku demikian karena kemampuannya baru tarap demikian.
- Jijnasuh, adalah memuja Tuhan dengan mengharapkan kedudukan dan kepandaian atau ilmu pengetahuan. Inipun dapat diterima sebagai bhakta Hindu. Meskipun memuja Tuhan dengan tujuan demikian diterima juga sebagai penganut Weda. Tentu dalam tingkatan rohani yang masih rendah. Adapun tujuannya menyembah Tuhan tidak masalah. Yang terpenting mereka percaya dan bakti kepada Tuhan. Dalam keadaan yang demikian pun dia mendapat pengakuan sebagai pemuja Tuhan. Memuja Tuhan dengan pikiran yang masih diliputi pamrih duniawi, tentunya tidak akan mendapat pahala rohani yang tinggi.
- Jnani, adalah tingkatan bhakta yang paling mulia. Bhakta ini memuja Tuhan hanya untuk memuja tanpa harapan apapun Bhakta dalam tingkatan ini tentunya telah mencapai proses atau yaga dan sanyasin yaitu bhakta yang telah mampu melepaskan keinginan dan tidak terikat lagi oleh segala sesuatu yang bersifat duniawi.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar