Yeni Adien dot com } Ketujuh Presiden tersebut adalah Sukarno (1945-1967), Soeharto (1967-1998), Bacharuddin Jusuf Habibie (1998-1999), Abdurrahman Wahid (1999-2001), Megawati Soekarnoputri (2001-2004), Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009; 2009-2014), dan Joko Widodo (2014-sekarang)
Urutan presiden Indonesia mulai dari Soekarno yang menjabat pada tahun 1945, hingga saat ini Joko Widodo. Berikut informasinya:
1. Soekarno (1945-1967)
Mengutip laman KPU, presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno yang menjabat dari tahun 1945-1967. Menurut laman Perpustakaan Nasional RI, Soekarno atau biasa dipanggil Bung Karno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 6 Juni 1901. Dia mendapatkan gelar Insinyur dari ITB.
Dr. Ir. H. Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada kurun waktu 1945–1967. Ia adalah seorang tokoh perjuangan yang berperan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari kolonialisme Belanda. Wikipedia
Kelahiran: 6 Juni 1901, Peneleh, Surabaya
Meninggal: 21 Juni 1970, RSPAD GATOT Subroto, Jakarta
Orang tua: Ida Ayu Nyoman Rai, Soekemi Sosrodihardjo
Wakil presiden Soekarno yaitu Mohammad Hatta yang menjabat dari tahun 1945-1956.
Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta (12 Agustus 1902 – 14 Maret 1980) adalah seorang tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia, pahlawan nasional, negarawan dan ekonom Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia Pertama. Ia bersama Soekarno adalah Proklamator Kemerdekaan, memainkan peranan sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Pada 1956, ia mundur dari jabatan wakil presiden.
Hatta dikenal akan komitmennya pada demokrasi. Ia mengeluarkan Maklumat X yang menjadi tonggak awal demokrasi Indonesia. Di bidang ekonomi, pemikiran dan sumbangsihnya terhadap perkembangan koperasi membuat ia dijuluki sebagai Bapak Koperasi.[1][2]
Hatta meninggal pada 1980 dan jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai salah seorang Pahlawan Proklamator Kemerdekaan pada tanggal 23 Oktober 1986 melalui Keppres nomor 081/TK/1986.[3] Namanya bersanding dengan Soekarno sebagai Dwi-Tunggal dan disematkan pada Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Di Belanda, namanya diabadikan sebagai nama jalan di kawasan perumahan Zuiderpolder, Haarlem.[4]







Tidak ada komentar:
Posting Komentar